DSIC-2706 — Ketahanan Representasi Audio Beku untuk Temu Kembali Bioakustik di Bawah Derau Lingkungan Tropis ITERA
Revisi pembimbing 15 Oktober 2026: E4 lima lokasi tetap digunakan tanpa run ulang. Hasil sensitivitas H3 melaporkan ayunan absolut dan relatif serta subset tanpa Kebun Raya; kesimpulan bergantung pada metrik dan lokasi. H3/H4 hasil reformulasi ditandai eksploratif, dengan rumusan asli dan tanggal perubahan. Gunakan catatan revisi lengkap, matriks RQ/H revisi, dan naskah teori. Bahan laporan 12 Oktober beserta checksum tetap dipertahankan sebagai riwayat.
Status aktif: README ini mengikuti protokol dan hasil revisi. Riwayat tulisan lama tersedia melalui Git. Gunakan §13 serta status bimbingan untuk pekerjaan yang sudah terbukti dan yang masih terbuka.
Repositori penelitian resmi untuk Tugas Akhir topik DSIC-2706: Mencari Audio yang Mirip Ketika Datanya Terbatas.
Fokus penelitian ini bukan membuat pengklasifikasi (classifier) spesies baru, melainkan menguji secara komparatif ketahanan representasi audio beku (frozen audio representations) untuk temu kembali kemiripan (similarity retrieval) ketika kueri bioakustik mengalami degradasi derau lingkungan tropis nyata kampus ITERA (Institut Teknologi Sumatera).
Judul artikel ilmiah terkalibrasi:
Noise and Spectral Sensitivity of Frozen Audio Representations for Bioacoustic Similarity Retrieval: A Controlled Evaluation on Indonesian Avifauna with Field-Recorded ITERA Tropical Noise
E4 sudah selesai untuk 311 query × 5 lokasi × 4 SNR × 4 ulangan per representasi: 24.880 evaluasi noisy per representasi, atau 99.520 untuk R0–R3. Jumlah tersebut adalah baris evaluasi, bukan query independen; checkout yang diperiksa berisi 320 snapshot kondisi dan delapan arsip NPZ lokal. Cache besar tidak perlu di-commit.
Runner yang benar-benar menghasilkan run aktif adalah run_e4_five_locations_v10_stage7.py.draft, bukan runner lama tiga habitat. SHA-256 yang tercatat dalam run_identity.json:
30cc0ea990e35eda70a98a6928550cb18df39bb4cd9b95837fafe05512f80c2c
Berkas produsen dipertahankan byte-for-byte, termasuk nama dan komentar pembuka lama yang masih menyebut tiga habitat. Desain aktual di dalam kode dan run identity memuat lima lokasi. Atribut Git khusus mencegah konversi akhir baris mengubah hash berkas ini.
Untuk membangun ulang cache embedding clean saja pada checkout terpisah yang memiliki audio asli dan checkpoint yang sesuai:
# Pemeriksaan hash sumber dan keberadaan audio; belum menulis cache.
python scripts/rebuild_e4_clean_caches.py --output-dir results/reproductions/E4_clean_cache_rebuild_local --check-only
# Opsional: ekstraksi ulang clean R0–R3 ke direktori baru.
python scripts/rebuild_e4_clean_caches.py --output-dir results/reproductions/E4_clean_cache_rebuild_localSiapkan lingkungan sesuai requirements.txt, seluruh audio dalam manifes aktif, dan checkpoint lokal. R1 juga memerlukan class_labels_indices.csv pada direktori panns_data pengguna; extractor menolak mengunduhnya diam-diam. Builder memeriksa sumber terhadap identitas E4, menolak direktori keluaran yang sudah ada, serta menyimpan ID, label, hash manifes/checkpoint dan metadata cache baru. Ia tidak mencampur noise, menjalankan E4, menimpa cache lama, atau mengubah run_identity.json. Pemeriksaan --check-only memvalidasi sumber dan path audio; kesiapan dependensi/inferensi penuh diperiksa pada proses ekstraksi. Pada 16 Oktober, ekstraksi clean R0–R3 sudah berhasil pada venv baru dan menghasilkan embedding numerik identik dengan sumber.
Cache hasil rekonstruksi adalah provenance baru. Metadata membandingkan hash arsip baru dengan hash cache historis; kesamaan embedding tidak otomatis menjamin kesamaan byte arsip, versi runtime, atau hasil GPU. Runner historis stage7 memakai path dan checksum input yang dibekukan. Untuk resume run historis, pulihkan input historis yang persis cocok dari arsip, bukan mengganti hash identitas dengan hash cache baru. Kebutuhan reproduksi penelitian di kemudian hari dipisahkan dari revisi ini: E4 tidak dijalankan ulang.
Arsip NPZ/NPY, audio, checkpoint, dan cache sudah diabaikan oleh .gitignore. Hasil CSV dan metadata yang telah dilacak tetap dipertahankan. Analisis sensitivitas H3 hanya membutuhkan CSV E4 tersimpan:
# Gunakan nama baru setiap kali; keluaran yang sudah ada ditolak.
python scripts/run_h3_sensitivity_reanalysis.py --output-dir results/reproductions/H3_sensitivity_reproductionRepresentasi audio mana yang mempertahankan kualitas temu kembali kemiripan (similarity retrieval) paling baik ketika kueri bioakustik avifauna Indonesia mengalami penurunan rasio sinyal terhadap derau (Signal-to-Noise Ratio / SNR) dengan derau lingkungan tropis ITERA?
-
Sub-RQ 1 (Ketahanan Terkontrol E2): Seberapa besar penurunan performa temu kembali (
mAP@10,Recall@10,Top-1 Accuracy) untuk representasi akustik klasik (MFCC), model generik (generic deep audio), dan model bioakustik (avian domain-specific) pada berbagai tingkat SNR (+20 dB, +10 dB, 0 dB, -5 dB) yang dicampur dengan derau fisik AudioMoth ITERA? -
Sub-RQ 2 (Stabilitas Ambang Batas Terbuka E3): Apakah ambang batas kemiripan (
$\tau^*$ ) yang dioptimasi dan dibekukan pada subset kalibrasi terpisah mampu secara stabil menolak spesies burung non-target dan derau lingkungan murni ketika kueri terdegradasi oleh derau? - Sub-RQ 3 (Sensitivitas Profil Derau Lintas Habitat E4): Apakah representasi bioakustik memperlihatkan ketahanan yang konsisten ketika berhadapan dengan variasi profil derau latar dari lima lokasi ITERA (Kebun Raya, Embung F, Gedung F, Masjid At Tanwir, dan sekitar GKU 1) pada pencampuran SNR terkontrol?
- Sub-RQ 4 (Taksonomi Moda Kegagalan E5): Bagaimana karakteristik fisik akustik (spectral centroid, bandwidth, similarity margin deficit) berkaitan dengan kegagalan temu kembali (open-set false rejection, top-1 confusion, atau total collapse) pada kondisi ekstrem?
-
$H_1$ — Robustness Retention: Representasi deep pretrained (BirdNET dan PANNs) mempertahankan proporsi retensi relatifmAP@10yang secara signifikan lebih tinggi daripada representasi klasik hand-crafted (MFCC) ketika SNR diturunkan hingga -5 dB. -
$H_2$ — Domain-Specific Advantage: Representasi terlatih bioakustik spesifik domain burung (BirdNET) mengalami degradasi temu kembali yang lebih landai dibandingkan representasi audio umum (PANNs CNN14) pada kueri avifauna Indonesia yang dicampur derau lingkungan nyata. -
$H_3$ — Stabilitas profil lokasi (reformulasi eksploratif): bandingkan ayunan mAP@10 absolut dan retensi relatif R1/R2 pada lima lokasi serta sensitivitas tanpa Kebun Raya. Bukti tidak mendukung keunggulan stabilitas R2 yang berlaku umum. -
$H_4$ — Perubahan titik operasi (reformulasi eksploratif): recall penerimaan known-set turun pada threshold clean yang beku; false-accept rate tidak meningkat. Rumusan asli dan perubahan 12 Oktober dicatat di hypotheses.md. -
$H_5$ — Positive Control: Seluruh representasi terlatih ($R_0, R_1, R_2$ ) harus secara signifikan melampaui tebakan acak ($R_3$ ) pada kondisi bersih sebagai bukti validitas pipeline (pipeline sanity check).
- Evaluasi ketahanan berpasangan (paired robustness evaluation) pada kueri yang identik menggunakan audio burung asli Indonesia dari Xeno-Canto.
- Uji stres derau lingkungan tropis nyata menggunakan bank 1.799 rekaman fisik AudioMoth kampus ITERA; status bebas suara burung untuk setiap berkas belum dibuktikan secara independen.
- Perbandingan sistematis antara hand-crafted baseline (
$R_0$ MFCC), generic pretrained ($R_1$ PANNs CNN14), domain-specific bioacoustic ($R_2$ BirdNET V2.4), dan negative control ($R_3$ Random Control). - Penyelidikan transfer ambang batas open-set dengan optimasi statistik Youden's J yang dibekukan (frozen threshold).
- Audit taksonomi kegagalan terstratifikasi berdasarkan parameter akustik nyata (spectral centroid, bandwidth, dan margin to tau).
- Pelacakan asal berkas derau fisik (
noise_file) untuk mendukung reproduksi; reproduksi penuh end-to-end dari lingkungan baru belum dibuktikan.
- Melatih ulang (fine-tuning) arsitektur model baru.
- Membuat aplikasi identifikasi spesies bergerak (mobile app) atau dashboard inventarisasi ekologis.
- Mengestimasi populasi atau kelimpahan satwa (occupancy / abundance modelling).
| Kode | Representasi | Dimensi | Peran | Checkpoint / Sumber |
|---|---|---|---|---|
| MFCC (20 koefisien, mean/std temporal pooling) | 40-d | Baseline akustik klasik |
librosa feature extractor |
|
| PANNs CNN14 (AudioSet general audio pretrained) | 2048-d | Deep embedding generik | checkpoints/Cnn14_mAP=0.431.pth |
|
| BirdNET Backbone V2.4 (Avian bioacoustic domain pretrained) | 1024-d | Domain-specific representation | checkpoints/BirdNET_GLOBAL_6K_V2.4_Model_FP32.onnx |
|
| Random Control (Vektor acak terdistribusi seragam) | 40-d | Negative control | Deterministik (seed=42) |
Seluruh embedding dinormalisasi ke unit hypersphere (
Semua representasi berstatus beku (frozen) tanpa pembaruan bobot, menjamin keadilan evaluasi murni pada representasi fitur laten.
Korpus data utama menggunakan rekaman vokal burung dari wilayah geografis Indonesia yang diunduh dari Xeno-Canto:
- 20 Spesies Target Beku (
data/manifests/species_freeze.csv): Spesies umum dan tersebar luas di Indonesia, dengan representasi Pulau Sumatera dan wilayah Sundaland:- Pnoepyga pusilla (
pygcup1, Berencet kerdil, 105 klip), Cacomantis sepulcralis (rubcuc1, Wiwik uncuing, 85 klip), Malacocincla sepiaria (horbab1, Pelanduk semak, 68 klip), Phyllergates cucullatus (moutai1, Cinenen gunung, 137 klip), Brachypteryx leucophris (lessho1, Cingcoang cokelat, 66 klip), Caprimulgus macrurus (latnig1, Cabak maling, 47 klip), Pycnonotus aurigaster (sohbul1, Cucak kutilang, 44 klip), Cinnyris jugularis (olbsun1, Burung-madu sriganti, 123 klip), Pitta sordida (hoopit1, Paok hijau, 62 klip), Cuculus lepidus (suncuc1, Kangkok sunda, 42 klip), Caprimulgus affinis (savnig1, Cabak kota, 31 klip), Dicrurus hottentottus (hacdro1, Srigunting rambut, 91 klip), Horornis vulcanius (subwar1, Kerakbasi sunda, 48 klip), Ducula aenea (gpipig1, Pergam hijau, 45 klip), Brachypteryx montana (whbsho1, Cingcoang alis-putih, 40 klip), Culicicapa ceylonensis (ghcfly1, Sikatan kepala-kelabu, 38 klip), Aegithina tiphia (comior1, Cipoh kacat, 39 klip), Spilornis cheela (crseag1, Elang-ular bido, 35 klip), Orthotomus ruficeps (ashtai1, Cinenen kelabu, 30 klip), Todiramphus chloris (colkin1, Cekakak sungai, 40 klip).
- Pnoepyga pusilla (
- Total Rekaman Terverifikasi: 1.216 berkas audio MP3 (30–137 rekaman per spesies, rata-rata 60,8 rekaman/spesies; 14–35 perekam unik per spesies, 111 nilai nama perekam unik pada manifes split aktif; 112 nama orang setelah pemisahan nama gabungan dengan &).
- Audit Integritas Unduhan: Seluruh berkas tercatat di
data/manifests/download_manifest.csvlengkap dengan HTTP status 200, ukuran byte, checksum SHA-256, sampling rate asli, durasi, dan verifikasi keterbacaan (100% decodable). - Standar Prapemrosesan: Durasi 5,0 detik (160.000 sampel pada 32 kHz), mono, normalisasi energi RMS = 0.05.
- Kebijakan Lisensi Git: Berkas audio fisik tidak di-commit ke Git (mematuhi lisensi non-komersial/non-derivatif); hanya manifes metadata dan hash yang dilacak.
- 1.799 Berkas WAV Fisik: Diambil langsung menggunakan perangkat perekam otonom AudioMoth di 5 lokasi kampus ITERA (Kebun Raya ITERA, Embung F, Gedung F, Masjid At-Tanwir, Sekitar GKU 1).
- Status vokalisasi burung: Bank ini dipakai sebagai noise lingkungan; bukti audit independen yang menyatakan setiap berkas bebas vokalisasi target belum tersedia.
-
Partisi Bebas Kebocoran (Noise Pool Separation):
- 1.528 berkas dialokasikan khusus untuk pencampuran derau aditif E2 dan E4.
- 271 berkas dialokasikan khusus untuk kontrol negatif kelas terbuka E3.
-
Penolakan Derau Senyap: Engine pencampuran menolak segmen dengan
$\text{RMS} < 10^{-4}$ ($P_{\text{noise}} \le 10^{-10}$ ). -
Penghapusan Pink Noise: Fallback derau sintetis telah dihapus permanen. Modul melempar
FileNotFoundErrorkeras jika berkas fisik tidak ditemukan.
Hasil evaluasi lama yang pernah menggunakan data BirdCLEF telah dipindahkan dan diarsipkan secara terpisah di results/archive/birdclef_2026/ untuk transparansi jejak rekam ilmiah.
Partisi data dibekukan di data/manifests/dataset_split.csv dengan memisahkan identitas perekam (author/recordist) secara absolut:
Xeno-Canto Indonesia (1.216 klip | 20 spesies burung Indonesia | 111 nama perekam unik)
├── Gallery Set : 673 klip (59 perekam unik) -> Basis data referensi pencarian
├── Query Clean Set : 311 klip (27 nilai nama; 28 orang setelah nama gabungan dipisah) -> Kueri bersih uji berpasangan
└── Calibration Set : 232 klip (25 perekam unik) -> Kalibrasi ambang batas open-set
Unknown Open-Set Manifest (543 klip kontrol negatif)
├── Unknown Calibration : 233 klip kontrol negatif kalibrasi (117 burung non-target + 116 derau ITERA)
└── Unknown Test Set : 310 klip kontrol negatif pengujian (155 burung non-target + 155 derau ITERA)
-
Zero Recordist Overlap: 0 perekam beririsan antar Galeri, Kueri, dan Kalibrasi (
$\text{Recordists}(G) \cap \text{Recordists}(Q) = \emptyset$ ). - Zero Recording ID Overlap: 0 nomor katalog Xeno-Canto yang beririsan antar subset.
- Zero Filepath Overlap: 0 duplikasi berkas fisik audio.
Artefak aktif E0–E5 tersedia. Notebook terkini terdapat di notebooks/; status validasi dan batas klaim setiap run dijelaskan pada hasil RQ/hipotesis. Angka historis pada rencana mingguan di bagian berikut tidak menggantikan tabel hasil aktif.
-
Notebook:
notebooks/02_E0_Preprocessing_Audit.ipynb - Audit formal mencakup 100 rekaman dan memeriksa properti audio, dekode, serta panjang potongan setelah prapemrosesan. E0 bukan eksperimen retrieval atau representasi
$R_0$ . - Hasilnya tersimpan pada
results/tables/01_e0_summary.csv; H5 dinilai dari perbandingan E1, bukan dari E0 saja.
- Notebook:
notebooks/04_E1_Clean_Retrieval.ipynb - Menguji 311 kueri bersih terhadap 673 rekaman galeri lintas 20 spesies:
| Kode | Representasi | Dimensi | Top-1 Accuracy (%) | mAP@10 | MRR | Precision@10 | Recall@10 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| BirdNET Backbone V2.4 | 1024-d | 81.67% | 0.6367 | 0.8652 | 0.6939 | 0.2331 | |
| PANNs CNN14 | 2048-d | 37.62% | 0.1763 | 0.5070 | 0.2585 | 0.0842 | |
| MFCC Baseline | 40-d | 18.33% | 0.0694 | 0.3109 | 0.1312 | 0.0363 | |
| Random Control | 40-d | 6.43% | 0.0211 | 0.1639 | 0.0569 | 0.0141 |
- Notebook:
notebooks/05_E2_Controlled_Noise.ipynb - Uji stres pada 311 kueri berpasangan dengan derau fisik ITERA:
| Kondisi | SNR |
|
|
|
|
|---|---|---|---|---|---|
| Clean | 0.6367 (100.0%) | 0.1763 (100.0%) | 0.0694 (100.0%) | 0.0211 | |
| SNR +20 dB | 20 dB | 0.6378 (100.2%) | 0.1849 (104.9%) | 0.0770 (110.9%) | 0.0211 |
| SNR +10 dB | 10 dB | 0.6213 (97.6%) | 0.1721 (97.7%) | 0.0604 (87.1%) | 0.0211 |
| SNR 0 dB | 0 dB | 0.5549 (87.1%) | 0.1188 (67.4%) | 0.0323 (46.6%) | 0.0211 |
| SNR -5 dB | -5 dB | 0.4832 (75.9%) | 0.0863 (49.0%) | 0.0232 (33.4%) | 0.0211 |
Temuan E2: Pada SNR -5 dB, retensi mAP@10 BirdNET adalah 75,9%, PANNs 49,0%, dan MFCC 33,4%. Hasil uji statistik dan batas klaim H1/H2 dijelaskan di dokumen hasil.
-
Notebook:
notebooks/06_E3_Open_Set_Threshold.ipynb - Ambang batas
$\tau^*$ dioptimasi pada subset kalibrasi ($N=465$ , 232 target + 233 unknown) via Youden's J ($J = \text{TPR} - \text{FPR}$ ) dan dibekukan:-
$R_2$ BirdNET:$\tau^* = 0.7028$ (AUROC kalibrasi 0.7600; Youden J 0.4188). -
$R_1$ PANNs:$\tau^* = 0.8974$ (AUROC kalibrasi 0.7098; Youden J 0.3723). -
$R_0$ MFCC:$\tau^* = 0.9958$ (AUROC kalibrasi 0.5332; Youden J 0.0995). -
$R_3$ Random Control:$\tau^* = 0.4888$ (AUROC kalibrasi 0.5452; Youden J 0.0874).
-
- Hasil Pengujian Transfer: Lihat tabel transfer ambang batas beku; ambang tidak disetel ulang berdasarkan kondisi uji.
- Lima lokasi: Kebun Raya, Embung F, Gedung F, Masjid At-Tanwir, sekitar GKU 1.
- Desain: 311 query × 5 lokasi × 4 SNR × 4 ulangan per representasi; E4 tidak diulang.
- Uji sensitivitas 15 Oktober melengkapi ayunan retensi dengan ayunan absolut. Pada −5 dB, ayunan absolut R1 = 0,045596 dan R2 = 0,061829. Tanpa Kebun Raya, ayunan relatif R1 = 0,065937 dan R2 = 0,083724; CI selisih mencakup nol.
- Notebook E4, hasil sensitivitas lengkap, dan penjelasan revisi.
- Peran biofoni serangga atau distorsi frekuensi adalah dugaan; mekanisme itu belum diuji terhadap fitur segmen noise.
- Notebook:
notebooks/08_E5_Failure_Diagnostics.ipynb - Diagnostik memakai data E2/E3 dan raw E4 yang tersedia; ringkasan moda kegagalan serta 120 kasus pilihan tersimpan terpisah. Identitas Top-1 atau margin yang tidak tersedia pada E4 ditandai sebagai tidak tersedia, bukan ditebak.
Peta proyek aktif memuat daftar file dan fungsi setiap folder. Titik masuk utama:
| Kebutuhan | Lokasi |
|---|---|
| Notebook E0–E5 dan cara membaca hasil | notebooks/README.md |
| Runner eksperimen dan analisis | scripts/README.md |
| Manifes target, unknown, dan noise | data/manifests/ |
| Hasil sumber yang dibekukan | results/reproductions/ |
| Naskah teori dan manuskrip | paper/teori_dasar.md, paper/manuscript.md |
| Progres dan status bimbingan | CURRENT_STATUS.md |
| Audit pendengaran E5 | Petunjuk audit |
Siapkan Python dan input eksternal yang sesuai manifes/checksum. Audio, checkpoint, dan embedding tidak ikut dalam klon Git.
python -m venv .venv
.\.venv\Scripts\python.exe -m pip install -r requirements.txt
.\.venv\Scripts\python.exe -B run_tests.pyPemeriksaan 18 Oktober 2026: total 41 tes, 41 lulus, 0 dilewati, 0 gagal, 0 error. Tes yang kehilangan input/dependensi kini dilaporkan sebagai skipped, bukan lulus. Ini pemeriksaan integritas/metode, bukan pengganti pengujian ulang pipeline dari audio.
Untuk meninjau hasil, buka notebook dan artefak tersimpan. Untuk mengulang statistik H3 saja:
.\.venv\Scripts\python.exe -B scripts/run_h3_sensitivity_reanalysis.py --output-dir results/reproductions/H3_reproduction_newGunakan direktori keluaran baru. E4 historis tidak dijalankan ulang pada revisi pembimbing ini. Instruksi cache clean ada pada bagian Sumber E4 di awal README.
- Kode Program: Dilisensikan di bawah lisensi terbuka MIT License.
- Audio Xeno-Canto: Hak cipta rekaman audio dipegang oleh masing-masing perekam (recordist) di Xeno-Canto dengan lisensi Creative Commons (CC BY-NC-SA, CC BY-NC-ND). Rincian atribusi lengkap terdokumentasi di
data/manifests/download_manifest.csv. Berkas audio tidak disertakan dalam repositori Git publik. - Rekaman Derau Lapangan ITERA: Hak cipta rekaman AudioMoth dipegang oleh tim peneliti Institut Teknologi Sumatera (ITERA).
Setiap eksekusi (run) eksperimen wajib mencatat parameter minimal berikut:
run_id
representation (R0, R1, R2, R3)
checkpoint/version
query_id
gallery_manifest_version
noise_id / noise_file
SNR (Clean, +20, +10, 0, -5 dB)
random_seed (default: 42)
threshold_version (tau beku)
ranking (Top-k candidates)
metrics (mAP@10, Top-1, MRR, FPR, Recall)
runtime (detik)
Setiap klaim pada artikel ilmiah dan naskah skripsi harus dapat ditelusuri (fully traceable):
Research Question (RQ)
↓
Eksperimen (E0 s.d. E5)
↓
Hasil Mentah (results/raw/*.csv)
↓
Hasil Terproses (results/processed/*.csv)
↓
Tabel & Gambar Publikasi (paper/tables/ & paper/figures/)
↓
Klaim Saintifik di Naskah (paper/manuscript.md)
- Wajib di-version-control: Manifes (
.csv,.json), metadata (.xlsx), berkas hash integritas (SHA-256), konfigurasi (.yaml), kode program (src/,scripts/), dan ringkasan metrik hasil. - Dilarang di-commit ke Git (.gitignore): Berkas audio mentah berukuran besar (
*.mp3,*.wav,*.flac), checkpoint weights deep learning besar (*.pth), dan direktori cache embedding sementara (.npzdi luar rilis resmi).
| Tahap | Protokol aktif | Status |
|---|---|---|
| Minggu 1 / Gate 1 | Korpus 20 spesies; split internal target 673/311/232; preprocessing; E0; clean retrieval E1 R0–R3 | Keluaran komputasional tersedia |
| Minggu 2 / Gate 2 | E2 pada clean, +20, +10, 0, −5 dB; pairing noise deterministik | Keluaran komputasional tersedia |
| Minggu 3 / Gate 3 | E3 calibration-clean dan threshold beku; E4 lima lokasi × empat SNR × empat ulangan | Keluaran tersedia; inferensi sesuai scope controlled mixture |
| Minggu 4 / Gate 4 | Bootstrap query berpasangan; audit manusia E5; reproduksi; finalisasi naskah | Belum seluruhnya selesai; lihat §13 |
Analisis H3 dan sensitivitas memakai 10.000 bootstrap, seed 20261012. Terdapat 120 kasus E5 pilihan untuk audit manusia. Jumlah kasus dan hasil otomatis tidak membuktikan pendengaran sudah dilakukan. Rumusan H3/H4 setelah hasil ditandai eksploratif.
Pemeriksaan lanjutan: 18 Oktober 2026. Reproduksi E0/E1/E2/E3/E5 pada venv baru sudah selesai; E4 dipertahankan tanpa run ulang sesuai arahan pembimbing. Audit pendengaran manusia masih terbuka, sehingga Gate 4 belum dinyatakan tuntas. Catatan pemeriksaan dan tindak lanjut memuat bukti serta alasan butir yang masih terbuka.
- Daftar taksa & spesies target dibekukan: 20 spesies avifauna Indonesia, 1.216 rekaman pada manifes aktif beserta catatan SHA-256 dan audit sebelumnya (DEC-13).
- Pemisahan internal target terverifikasi: 0 recording ID, file path, dan nama perekam beririsan antar Gallery, Query, dan Calibration. Ini tidak membuktikan independensi sesi/perekam unknown atau bebas overlap data pralatih.
- Baseline klasik MFCC selesai: cache R0 Gallery 673 × 40 dan Query 311 × 40 terverifikasi.
- Generic pretrained representation selesai: cache R1/PANNs Gallery 673 × 2.048 dan Query 311 × 2.048 terverifikasi.
- Bioacoustic domain representation selesai: cache R2/BirdNET Gallery 673 × 1.024 dan Query 311 × 1.024 terverifikasi.
- Clean retrieval E1 selesai: R2 (mAP@10 0,6367; Top-1 81,67%) > R1 (0,1763; 37,62%) > R0 (0,0694; 18,33%) > R3 (0,0211; 6,43%).
- Empat kondisi derau E2 selesai: +20, +10, 0, −5 dB dengan noise fisik ITERA; retensi R2 pada −5 dB 75,88%.
- Cakupan metrik retrieval diperiksa: AP@k/Recall@k untuk k = 1, 5, 10 tersedia pada 20 CSV E2 dan empat CSV raw E4; metrik primer tetap mAP@10.
- Threshold beku dari calibration-clean tersedia: τ*(R2) = 0,702785; τ*(R1) = 0,897416; τ*(R0) = 0,995752; τ*(R3) = 0,488838. Threshold tidak diubah pada revisi.
- Metrik open-set E3 tersedia: FPR, recall penerimaan known, AUROC, AUPRC, dan F1-score per SNR. Recall penerimaan tidak disamakan dengan ketepatan spesies Top-1.
- E4 lima lokasi dan sensitivitas H3 selesai: 311 query × 5 lokasi × 4 SNR × 4 ulangan per representasi; ayunan absolut/relatif dan subset tanpa Kebun Raya dilaporkan. Kesimpulan H3/H4 hasil reformulasi bersifat eksploratif dan dibatasi oleh metrik serta subset.
- Kasus E5 komputasional disiapkan: 120 baris pilihan tersedia; lembar audit terpisah memulihkan representasi, kondisi, dan moda kegagalan melalui pencocokan persis dengan diagnostik lengkap. Sumber E5 tidak ditimpa.
- Audit pendengaran manusia atas seluruh 120 kasus E5: lembar formal masih pending, dengan 0/120 ulasan tercatat pada saat disiapkan. Paket 276 klip terverifikasi, halaman pemutar, dan impor catatan sudah tersedia; pengamatan tetap memerlukan pendengar yang benar-benar melakukan audit.
- CI 95% tersedia dengan batas inferensi: H3/sensitivitas memakai 10.000 bootstrap query berpasangan; CI eksploratif kondisional pada lokasi dan segmen noise tetap. Tidak ada klaim mekanisme spektral sudah terbukti.
- Suite integritas/metode terpadu lulus: total 41 tes: 41 lulus, 0 dilewati, 0 gagal, 0 error melalui run_tests.py pada 18 Oktober 2026. Empat dimensi representasi diuji terpisah; SkipTest dan ringkasan hasil tidak menghitung tes dilewati sebagai lulus.
- Reproduksi pada lingkungan baru dalam scope revisi: klon terpisah, venv baru, pemulihan 3.289 input terverifikasi, tanpa embedding lama; E0, ekstraksi clean R0–R3, E1, E2, E3, E5, serta statistik H3 selesai. Seluruh 41 perbandingan cocok, selisih numerik maksimum 0,0. Bukti dan protokol.
- Run ulang seluruh E0–E5 termasuk inferensi E4: tidak dilakukan, karena pembimbing meminta E4 tidak diulang. Ini batas pengujian, bukan klaim reproduksi penuh yang sudah lulus. Input eksternal dipulihkan dari arsip lokal, bukan diunduh ulang.
- Batas ekologis dinyatakan sesuai scope: E2/E4 menguji additive mixture, bukan vokalisasi target in-situ. Pengumpulan/anotasi korpus burung in-situ bukan prasyarat revisi E4 aktif dan tetap di luar scope.
Verifikasi tambahan: 19 aset identitas E4 dan 320 snapshot kondisi cocok checksum; 41 bahan laporan lama tetap cocok. CSV hasil H3 dari klon bersih identik byte dengan hasil revisi. Klon H3-only pada pemeriksaan sebelumnya tidak membawa audio/cache; klon reproduksi baru dimulai tanpa embedding, lalu menerima salinan audio/checkpoint terverifikasi dan membangun embedding baru. Tiga helper identitas E4 kini juga dipertahankan byte-for-byte oleh Git.
Artikel ilmiah dan naskah skripsi ini secara ketat difokuskan untuk menjawab:
"Ketahanan representasi audio beku terhadap degradasi derau aditif dan stabilitas ambang batas temu kembali bioakustik."
Rekaman ITERA dipakai sebagai sumber noise untuk pencampuran aditif terkontrol. E4 menguji sensitivitas profil noise lima lokasi, bukan inventarisasi biodiversitas atau rekaman vokalisasi target in-situ. Korpus target in-situ dan anotasinya merupakan penelitian terpisah, bukan pekerjaan wajib untuk menuntaskan E4 aktif.
-
Potensi Kebocoran Pra-latih (Pretraining Data Overlap - H1/H2):
Model BirdNET dipra-latih pada korpus global masif yang sebagian besar bersumber dari repositori publik Xeno-Canto dan Macaulay Library. Meskipun partisi internal evaluasi kami menerapkan strict author-disjoint mutlak antara galeri, kueri, dan kalibrasi, terdapat kemungkinan rekaman vokal dari 20 spesies Indonesia ini pernah terpapar pada fase pra-latih BirdNET. Hal ini dapat memberikan keunggulan representasi induktif terhadap fitur kicauan burung target dibanding model audio umum (PANNs) yang dilatih pada AudioSet. -
Keterwakilan Spesies Terpilih (Selection Bias - DEC-10):
Taksa target dibatasi pada 20 spesies umum dan tersebar luas dengan ketersediaan rekaman memadai ($\ge 30$ klip,$\ge 14$ perekam). Spesies langka, pemalu (cryptic), atau bernada rendah ekstrem belum tercakup dalam benchmark ini. -
Pencampuran Aditif vs Propagasi Lapangan (In-situ Soundscape Gap - H3):
Pengujian E2 dan E4 menggunakan derau aditif terkontrol. Dinamika propagasi bentang alam riil (atenuasi jarak, penyerapan kelembapan udara kanopi tropis, dan difraksi multipath) belum diuji; ini adalah H3 asli yang berbeda dari reformulasi eksploratif tentang profil noise lokasi.
Alur aktif penelitian:
Audio target Indonesia + manifes/hash
→ preprocessing: mono 32 kHz, jendela energi 5 detik, RMS 0,05
→ Gallery 673 | Query 311 | Calibration 232 (perekam target terpisah)
→ representasi beku R0/MFCC, R1/PANNs, R2/BirdNET, R3/kontrol ID
→ cosine retrieval pada gallery yang sama
→ E1 clean
→ E2 query berpasangan pada +20, +10, 0, −5 dB
→ E3 calibration-clean → threshold beku → transfer ke test
→ E4 lima lokasi ITERA × empat SNR × empat ulangan
→ E5 diagnostik kegagalan + audit pendengaran manusia
→ bootstrap berpasangan, pelaporan hasil dan batas inferensi
Tautan laporan aktif untuk dibagikan: Catatan Progres Bimbingan. Empat dokumen yang sebelumnya dihapus tidak dipulihkan; gunakan tautan ini sebagai penggantinya.
Arahan revisi pembimbing yang berlaku:
- E4 menggunakan kelima lokasi. Tidak ada pengulangan E4 untuk revisi ini.
- Skrip produsen asli dipertahankan dengan SHA-256 yang sama; cache besar tidak di-commit.
- H3 melaporkan ayunan mAP@10 absolut, retensi relatif, serta sensitivitas tanpa Kebun Raya. Kesimpulan tidak digeneralisasi ke seluruh SNR/metrik/subset.
- Biofoni serangga dan distorsi frekuensi tetap dugaan sampai diuji terhadap fitur berkas noise. Perbedaan lokasi tidak membuktikan penyebab ekologis.
- H3/H4 hasil reformulasi diberi label eksploratif; rumusan asli dan tanggal perubahan dicatat.
- Teori Dasar ditulis pada naskah sendiri: Bagian 2.8, gap E4−E2, Gambar 6/8, gallery 673, dan enam konfigurasi AudioMoth pada Bagian 3.6 telah disesuaikan.
- Poin 1–3 sudah dipush untuk pemeriksaan ulang pembimbing. Persetujuan pembimbing dan finalisasi naskah tidak diasumsikan dari kelulusan tes.
- Pakai query yang sama, gallery tetap, dan noise fisik dari pool mixing yang terpisah dari noise unknown E3.
- Grid tetap clean, +20, +10, 0, −5 dB. Simpan path/seed/posisi segmen, SNR aktual, dan metrik per query.
- Laporkan skor absolut bersama retensi. Retensi R3 bukan ukuran ketahanan akustik karena kontrol tidak membaca waveform.
- Calibration: 232 known + 233 unknown. Test: 311 known + 310 unknown. Unknown aktif terdiri atas burung non-target dan noise ITERA sesuai manifes.
- Threshold hasil E3: R0 0,995752; R1 0,897416; R2 0,702785; R3 0,488838. Revisi pelaporan tidak mengubah threshold operasional.
- Recall penerimaan known berbeda dari akurasi spesies. Pada R2, recall clean 0,604502 turun ke 0,254019 pada −5 dB, dan FPR turun dari 0,222581 ke 0,129032.
- E4: Kebun Raya, Embung F, Gedung F, Masjid At-Tanwir, Sekitar GKU 1. Kelima lokasi dipertahankan; penghilangan setiap lokasi secara bergantian hanya analisis sensitivitas, dengan tabel lengkap.
- Ayunan dihitung per ulangan kemudian dirata-ratakan. Pada −5 dB, ayunan absolut R1 0,045596 dan R2 0,061829. Klaim R2 selalu lebih sempit tidak digunakan.
- Audit 120 kasus E5 dengan segmen yang sama dengan eksperimen. Simpan identitas pendengar, tanggal, observasi, serta ketidakpastian. Catatan manusia tidak diisi otomatis dari skor model.
- Bootstrap H3 memakai 10.000 iterasi, seed 20261012, unit query, dan pairing lintas representasi/lokasi/SNR/ulangan. Hasil reformulasi eksploratif dan kondisional pada lokasi/segmen tetap.
- Reproduksi harus membedakan tes integritas, analisis ulang CSV, dan ekstraksi/evaluasi ulang dari audio pada lingkungan baru. Bukti parsial tidak dicatat sebagai reproduksi penuh.
- Naskah dan gambar mengikuti hasil aktif. Periksa konsistensi abstrak, metode, hasil, kesimpulan, dan batas generalisasi sebelum meminta persetujuan pembimbing.
Register keputusan kanonik tersedia pada decision-log.md. DEC-13 mencatat pivot korpus Indonesia, DEC-14 pemisahan bank noise, dan DEC-16 koreksi pelaporan pembimbing. DEC-15 merupakan keputusan historis sebelum perluasan analisis H3; kesimpulan aktif mengikuti DEC-16 serta riwayat hipotesis.
Checklist kelulusan aktif berada pada §13. Bukti pemeriksaan dan keterbatasan dirinci pada laporan pemeriksaan ulang, bukan disimpulkan dari rencana kerja lama.
Arahan dosen merupakan bahan penyusunan dan pemeriksaan penelitian. Draf rujukan dosen tidak diperlakukan sebagai hasil eksperimen mahasiswa. Run sumber, manifes, konfigurasi beku, dan checksum tetap menjadi rujukan utama untuk angka hasil.
Petunjuk audit pendengaran dan bahan penjelasan lisan H3/Recall@10.